PENYEROBOT DAN PERAMPOK LAHAN DI DEPOK

Kalau kita lihat di depok ini makin banyak rumah kumuh dipinggir kali, khususnya di pinggir kali citayam dapat dilihat sudah ratusan rumah liar yang didirikan etnis tertentu yang terkenal sebagai penyerobot tanah dan muka tembok. usaha mereka sedehana yaitu jual beli kayu dan perabot kayu kecil. bukan masalah usaha mereka, tetapi mereka membuat rumah itu di saluran air dipinggir jalan, sehingga selain mereka menguruk kali mereka juga menyerobot jalan untuk menaruh barang dagangan mereka dan tempat tidur mereka sekalian. Mereka tidak memikirkan keselamatan pemakai jalan, kebersihan dan kesehatan orang lain. mereka pura-pura bodoh, yang penting mereka untung, persetan orang lain mati gara-gara menabrak kayu atau meja yang mereka letakkan menjorok ketengah jalan. Pemikiran mereka ini tidak bisa diterima oleh masyarakat manapun di dunia. dari kalimantan mereka diusir dan dibantai karena perilaku mereka yang seperti ini, perilaku yang tidak manusiawi dan tidak beragama. Seenaknya saja mereka menjarah tanah dipinggiran kali dan mempersempit jalan yang sudah sempit, membuang tinja/tai dan kencing mereka kekali yang menjadi sumber air minum penduduk asli sejak dulu. jumlah kecelakan parah dijalan raya citayam menuju stasiun meningkat pesat setelah mereka menjarah pinggiran kali tersebut. secara pribadi saya menyatakan tidak setuju dan sangat menentang pendirian rumah dan usaha dipinggiran kali citayam tersebut. penjarah tersebut kini makin bertambah dengan adanya gusuran di Jakarta yang makin gencar menggusur mereka. mereka tidak memberikan manfaat pada tempat dimna mereka berada. tetapi mereka malah merusak lingkungan dan struktur sosial ditempat mereka bermukim karena itulah mereka digusur. Apakah pemda depok menunggu sampai terjadi peristiwa Sampang di Kalimantan juga di Depok? segeralah tertibkan penjarahan tepian kali citayam, karena sudah tidak bisa lagi menanggung beban penjarahan dan penyerobotan.

Tinggalkan Balasan