Arsip untuk ‘Perjalanan’ Kategori

Komunitas Senapan Angin Kota Depok: Penjelahan Ke Jepang

September 14, 2009

Alhamdulillah, Penulis mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam summer course di Jepang tepatnya di Tohoku University School of Medicine, Sendai, Miyagi. arah tenggara dari Tokyo, kurang lebih 500KM dari Tokyo. Kesempatan mengunjungi negara maju ini penulis gunakan untuk mengamati perilaku penduduknya, karakteristik pemukimannya, hutan hutannya. Begitu tiba di narita, minggu pagi 2 agustus 2009 , terasa sekali perbedaan perilaku dan suasana orang jepang, mereka lebih rasional dengan pengendalian diri yang sangat tinggi. memang semua barang keperluan harganya 3 hingga 4 kali lipat dari tanah air tetapi saya rela membayarnya karena selalu mendapat kualitas no satu, wah saya menikmati sekali semua makanan disana. udara bersih, nyaman dan aman di sendai city. Penulis juga berkesempatan ke hirosaki di Aimori dan Yamadera di yamagata serta matsushima. ketertiban, kebersihan dan keamanan merupakan faktor yang langsung penulis rasakan di sana. Penulis di sana hampir sebulan (25 hari) sehingga pas pulang langsung puasa di tanah air. lamanya disana. ini beberapa foto dari sana.

P8090037

matsushima(atas)

stasiun shinkasen tokyo 1

Tokyo (atas)

P8090083

Matsushima(atas)

P8020040

Sendai (atas)

Kalau melihat  kinerja mereka, penulis jadi mendalami perasaan mereka ketika menjajah negara kita, bagaimana mereka suka memenggal kepala bangsa kita yang memang sangat mengemaskan untuk dipenggal karena malas, banyak omong, goblok, susah diatur, maunya enak, perilakunya lebih parah dari babi, mentalnya ngalahin babi ama anjing, mending anjing bisa dibilangin, mending babi masih bisa dijual ke jepang. senangnya jika mereka yang memang seperti itu tidak diberi kesempatan hidup di Indonesia, mungkin Indonesia dengan kekayaannya bisa melampaui bangsa jepang atau eropa sekalipun. Ayo kita bantai kemalasan, kebodohan, mental binatang bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang lebih beradap. Dasar turunan Ken Arok! Susah banget diatur. Modar KABEH. Arigato Gozaimasta.

Kenangan Perjalanan

November 15, 2007

cimg0195.jpgGreat Wall Mei 2007 

Ini saya lagi di Bandara Guangzdong              Great Wall   

  Tentara Merah

 Ini Forbiden City dan Tian An Men 

                                                      

Perjalanan

November 14, 2007

Bandara Guangzdong, China Mei 2007 Pada bulan Mei lalu, tepatnya tanggal 24 Mei 2007 saya mendapat kesempatan melanglang buana ke luar negeri. Negara yang saya kunjungi adalah Cina. Semua hal yang berkaitan dengan perjalanan, mulai dari dokumen hingga tiket saya urus sendiri, karena saya ingin tahu bagaimana rasanya mengurus itu semua, dan ketika saya di Cina saya jadi sadar, bahwa birokrasi bangsa kita memang SAKIT, Bejad, Bajingan, penjahat, terkutuk jauh dari sifat mulia, calon ahli neraka. Saya mengambil penerbangan China Southern yang boarding pukul 07 pagi, hingga pukul 05 pagi saya sudah harus dibandara.  Pesawat yang saya naiki boeing 737 agak kecil memang, suasana china sudah terasa ketika saya memasuki kabin pesawat. ketika saya memotret didalam pesawat seorang pramugari meneriaki saya dengan bahasa china, sepertinya dia kesal karena saya memotret didalam pesawat, tapi saya sudah maklum karena saya sudah baca dan mencari info tentang maskapai ini yang memang kurang ramah pelayanannya, terutama para pramugarinya. dan ketidak ramahan  itu berlanjut kepada pelayanan lainnya hingga pesawat saya landing di Guangzdong setelah 6 jam terbang melintasi benua asia. di Guangzdong saya turun dan mengurus bagasi ketika itu bertemu dengan seorang pegawai dari dinas pertanian aceh yang akan mengikuti diklat selama 3 bulan. karena  gate kami berbeda saya masuk gate 14 dan dia gate 18 maka saya menuju ke gate 14 yang berada dilantai bawah haal.  Pesawat akan boarding pukul 17.00 dan saat saya tiba adalah pukul 13. 00, maka saya harus menunggu selama 4 jam di bandara guangzdong. Bandara Guangzdong merupakan bandara internasiona yang menurut saya sangat megah. berarsitektur modern tetapi tetap mengandung kultur budaya cina yang khas. Dengan kubah yang menaungi seluruh bangunan setinggi kurang lebih 50 hingga 60 meter bandara ini sangat memberikan kesan adem. ruang tunggu memiliki disain yang sangat apik hingga kalau kita membandingkannya dengan bandara soekarno hatta maka seperti membandingkan rumah di perumahan elite pondok indah dengan rumah gubuk di pinggiran kali ciliwung,sangat kontras. Para petugas bandara di guangdzong semua menampakkan keinginan untuk melayani dengan baik tetapi mematuhi aturan yang berlaku dan mereka masih sangat muda, rata rata mungkin berumur sekitar 19 hingga 25 tahun, jadi idealismenya masih tinggi. tidak seperti di bandara soekarno hatta yang kagak karuan. Setelah menunggu 4 setengah jam akhirnya saya boarding  dan naik bis ke pesawat, ketika akan naik pesawat tiba – tiba rombongan penumpang dihentikan oleh petugas, setelah menunggu 10 menit dan rombongan penting yang didahulukan naik pesawat. menurut beberapa penumpang mereka adalah anggota dpr nya disana gitu. Pesawat lepas landas pukul 18.00 menuju beijing yang masih 5 sampai 6 jam lagi baru sampai. Saya sempat tertidur 1 jam dan hal itu cukup membuat saya segar. Pesawat ini merupakan pesawat air bus yang besar hingga sangat nyaman dibanding pesawat yang pertama saya naiki. Tiba di Bandara Beijing jam tangan saya menunjukan pukul 23.45 malam. Dan suasana bandara di departure roomnya sudah sepi hanya ada beberapa orang yang menunggu. setelah agak bingung saya mondar mandir disana karena jemputan terakhir ternyata sudah berangkat ke jiuhua hotel dan spa pada pukul 22.00 tadi maka pada pukul 00.30 saya memutuskan untuk naik taksi ke hotel. Sebelumnya saya sudah memperhitungkan bahwa pasti saya akan dibawa berputar – putar oleh supir taksi ini. dan itu memang terjadi. hingga pukul 01.30 saya baru sampai kehotel dengan ongkos taksi 175 yuan ( Rp. 210.00).  karena menurut panduan transportasi yang saya download, ongkos taksi ke hotel jiuhua hanya 75 sampai 100 yuan. Tapi saya bersyukur bisa sampai kesana dan itu baru kali pertama saya ke cina jadi saya masih belum tahu apalagi saat itu adalah awal musim semi, jadi udara masih dingin sekali. dan malam gelap sekali.  Setelah sampai di Hotel saya dapat kamar cukup bagus dan harus meninggalkan deposit awal 500 yuan.