Pagi hari di pinggiran Ci Liwung, kabut tipis diantara rerumputan tinggi tak membuat kami surut untuk menjelajahinya. Menapakkan kaki diantara belukar bambu merupakan keasyikan tersendiri yang tak bisa dinilai dengan apapun juga. Tapi mungkin bagi sebagian orang hobby kami ini agak tidak dimengerti. Biasanya kami berjalan sekitar kurang lebih 4 jam mengitari Pinggiran Ci Liwung. Ketika tiba kembali di rumah badan terasa segar untuk tidur. Seminggu sekali kami menjelajah hutan Ferifer Ci Liwung. Tujuan utama adalah lintas alam bukan perburuan. Jadi kami tak sembarang mengumbar berburu, senapan angin yang kami bawa pun bertujuan utnuk melindungi diri dari hewan liar yang berbahaya seperti ular, biawak dll. juga terkadang dari sekumpulan orang yang tidak jelas perilakunya(preman dan Gelandangan).