Maklum

Beberapa minggu ini berita ditelevisi sarat dengan pemberitaan mengenai tindak kriminal yang dilakukan oleh anak - anak dibawah umur. Pemerkosaan 6 anak laki-laki kelas 5 dan 6 terhadap 1 orang anak perempuan kelas 1 sd dan lainnya. Sebenarnya kemelut yang terjadi dinegara ini sudah dimulai pada saat seorang anak indonesia dilahirkan. sang anak sejak lahir sudah disiapkan serta dididik untuk menjadi penjahat, bajingan, koruptor, pelaku KKN dan lainnya yang jahat-jahat. Hal ini merupakan budaya yang sangat merusak anak bangsa ini, yaitu budaya memaklumkan budaya memberi maaf yang dipelintir oleh para bajingan sejak Penjahat sekelas Ken Arok jadi Raja Jawa. Budaya maklum ini sudah ditanamkam kepada anak sejak dia keluar dari rahim Ibunya. Kata maklum selalu menjadi indokrinasi setiap hari, jam, menit dan detik. Maklum anak kecil (sebentar kemudian dia bunuh Ibunya), maklum penjabat (sedetik kemudian di jual bangsanya) maklum turunan kyai (besok dia dirikan agama baru). Jadi kalau mau mencontoh budaya maaf, contohlah Nabi Muhammad, Jelas dulu duduk perkara persoalan baru ada maaf, kalau belum, silahkan penggal kepala anak jika dia terbukti bersalah membunuh orang. Jadi silahkan beri maklum pada anak anda, maka anak anda besok jadi bajingan, penjahat besar, koruptor berat.

Leave a Reply